RESUME
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
"BERSAING DENGAN
TEKNOLOGI INFORMASI"
Diajukan untuk memenuhi salah satu
tugas Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen yang diampu oleh:
Rika Dwi Harsasi, SE.,M.SM
Disusun Oleh:
Nisa’ul Kaamilah (5.16.02.04.0.039)
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS ISLAM MAJAPAHIT
MOJOKERTO
2017
A. Dasar-Dasar Keuntungan Strategis
Teknologi
tidak lagi menjadi sebuah renungan dalam membentuk strategi bisnis, tetapi
penyebab dan pendorong yang sebenarnya.
1. TI Strategis
Penting untuk melihat sistem informasi sebagai lebih
dari serangkaian teknologi yang mendukung kegiatan operasi bisnis yang efisien, kolaborasi kelompok kerja dan
perusahaan, atau pengambilan keputusan bisnis yang efektif. Teknologi informasi dapat mengubah cara
bisnis bersaing. Sistem
informasi secara strategis yaitu sebagai jaringan kompetitif yang penting, sebagai sebuah cara pembaruan organisasi
dan sebagai sebuah investasi yang diperlukan dalam teknologi; teknologi membantu perusahaan
mengadopsi strategi dan proses bisnis yang memungkinnya untuk merekayasa ulang
dan menciptakan ulang agar dapat bertahan dan berhasil dalam lingkungan bisnis
yang dinamis saat ini.
2. Konsep Strategis Kompetitif
Peranan utama dari penerapan sistem informasi dalam
bisnis adalah yang menyediakan dukungan yang efektif dari strategi perusahaan
untuk memperoleh keuntungan kompetitif. Peranan strategi dari sistem informasi
ini melibatkan penggunaan teknologi informasi untuk mengembangkan produk,
layanan, dan kemampuan yang memberikan keuntungan bagi sebuah perusahaan
terhadap kekuatan kompetitif yang dihadapinya dalam pasar global. Strategi
utama manapun akan dianggap berguna untuk kekuatan kompetitif yang umum manapun. Walaupun jarang dan
tidak mungkin bahwa sebuah perusahaan akan menggunakan semua strategi secara
bersamaan, masing-masing memiliki nilai dalam kondisi tertentu.
3.
Kekuatan dan Strategi Kompetitif
gambar .1 Bisnis mampu mengembangkan strategi kompetitif untuk menghadapi adanya kompetisi yang ada di pasar.
Sebuah
perusahaan mampu bertahan dan berhasil dalam
jangka panjang hanya jika perusahaan tersebut berhasil mengembangkan strategi
untuk menghadapi lima kekuatan kompetitif yang membentuk struktur kompetisi
dalam industrinya. Dalam model kompetisi klasik dalam Mikhael Porter, yaitu
bisnis manapun yang ingin untuk dapat bertahan dan berhasil harus secara efetif
mengembangkan dan menerapkan strategi untuk menghadapi:
a. Rivalitas pesaing dalam industrinya.
b. Ancaman dari pemain baru dalam sebuah
industri dan pasar-pasarnya.
c. Ancaman yang dimiliki oleh produk
pengganti yang mungkin dapat mengambil pangsa pasar perusahaan.
d. Daya tawar menawar (bergaining power) dari
pelanggan.
e. Daya tawar-menawar dari pemasok.
Kompetisi merupakan suatu karakteristik positif dalam
bisnis, dan kompetitor berbagi sebuah persaingan yang alami, dan seringkali
sehat. Persaingan ini mendorong dan terkadang memerlukan sebuah usaha yang
konstan untuk mendapatkan keuntungan kompetitif dalam pasar. Kekuatan
kompetitif yang telah ada ini memerlukan sumber daya yang signifikan bagi
sebuah perusahaan.
Menjaga
dari ancaman pemain baru juga memerlukan pengeluaran sumber daya organisasi
yang signifikan. Bukan hanya perusahaan perlu untuk bersaing dengan perusahaan
lainnya di pasar , melainkan mereka juga bekerja untuk menciptakan batasan yang
signifikan bagi pemain baru dari pesaingan yang baru. Kekuatan kompetitif ini
selalu sulit untuk di atur, dan bahkan semakin lebih sulit lagi saat ini.
Internet telah menciptakan banyak cara untuk masuk ke dalam pasar dengan cepat
dan dengan biasa yang relatif rendah. Dalam dunia internet, pesaing potensial
terbesar mungkin satu yang tidak berada di pasar, tetapi bisa muncul dalam
sekejap.
Gambar 1 menggambarkan bahwa bisnis bisa menghadapi
ancaman dari kekuatan kompetitif yang mereka hadapi karena menerapkan satu atau
lebih dari lima dasar strategi kompetitif.
a.
Strategi Biaya
Kepemimpinan.
Menjadi sebuah produsen produk dan layanan berbiaya
rendah dalam suatu industri atau mencari cara untuk membantu pemasok atau
pelanggan mengurangi biaya mereka atau meningkatkan biaya pesaing.
b.
Strategi
Diferensiasi.
Mengembangkan cara untuk mendiferensiasikan produk dan
layanan perusahaan dari produk dan layanan pesaing atau mengurangi keuntungan
diferensiasi dari peaing. Strategi ini memungkinkan sebuah perusahaan untuk
memfokuskan produk atau layanannya untuk memberikan sebuah keuntungan dalam
sekmen kusus atau ceruk dari sebuah pasar.
c.
Strategi Inovasi.
Menemukan cara baru dalam melakukan bisnis. Strategi ini
dapat melibatkan pengembangan produk dan layanan yang berbeda atau masuk ke
dalam pasar atau ceruk pasar yang berbeda. Hal itu mungkin juga melibatkan adanya
perubahan yang radikal dalam proses bisnis untuk memproduksi atau
mendistribusikan produk dan layanan yang sangat berbeda dari bagaimana bisnis
telah dilakukan dimana mereka mengubah struktur dasar dari sebuah industri.
d.
Strategi
Pertumbuhan.
Secara signifikan memperluas kapasitas perusahaan untuk
memproduksi barang dan jasa, memperluas hingga ke pasar global, melakukan
diversifikasi produk dan layanan yang baru, atau mengintegrasikan ke dalam
produk dan layanan yang terkait.
e.
Strategi Aliansi.
Mendirikan hubungan dan aliansi bisnis yang baru dengn
pelanggan, pemasok, pesaing, konsultan, dan perusahaan lainnya. Hubungan ini
bisa melibatkan penggabungan (marger), akuisisi, ventura bersama (join
venture), membentuk ”perusahaan virtual” atau perjanjian pemasaran,
pabrikasi, atau distribusi lainnya antara sebuah bisnis dan rekan dagangnya.
B.
Penggunaan
Teknologi Informasi yang
Strategis
Rata-rata
perusahaan telah menggunakan menggunakan sistem informasi strategis untuk
menerapkan masing-masing dari lima strategi dasar untuk keuntungan kompetitif .
Terdapat begitu banyak inisiatif
strategis bagi perusahaan selain lima stregi dasar, yakni biaya kepemimpinan,
diferensiasi, inovasi, pertumbuhan dan aliansi. Berikut ini strategi dasar dalam penggunaan teknologi informasi dalam bisnis:
1. Biaya
Rendah
a. Menggunakan
Teknologi Informasi (TI) untuk secara substansial mengurangi biaya dari proses
bisnis.
b. Menggunakan
TI untuk mengurangi biaya dari pelanggan atau pemasok.
2. Diferensiasi
a. Mengembangkan
fitur TI yang baru masuk mendiferensiasikan produk dan layanan.
b. Menggunakan
fitur TI untuk mengurangi keuntungan diferensiasi pesaing.
c. Menggunakan
fitur TI untuk memfokuskan produk dan layanan pada ceruk pasar yang terpilih.
3. Inovatif
a. Menciptakan
produk dan layanan baru yang menyertakan komponen TI.
b. Mengembangkan
pasar baru yang berbeda atau ceruk pasar baru dengan bantuan TI.
c. Membuat
kualitas, efisiensi, atau layanan pelanggan (customer service) atau
memperpendek waktu pasar.
4. Mempromosikan
Pertumbuhan.
a. Menggunakan
TI untuk mengatur ekspansi bisnis regional dan global.
b. Menggunakan
TI untuk mendiversifikasikan dan mengintegrasikan ke dalam produk layanan
lain.
5. Mengembangkan
Aliansi
a. Menggunakan
TI untuk menciptakan organisasi virtual dari rekanan bisnis.
b. Mengembangkan
sistem informasi antar perusahaan yang terhubung melalui internet dan ekstranet
yang mendukur hubungan bisnis trategis dengan pelanggan, pemasok,
subkontraktor dan lainnya.
Gambar. 2 Tentang sebuah
rangkuman mengenai bagaimana teknologi informasi dapat digunakan untuk
menerapkan lima strategi kompetitif dasar. Banyak perusahaan yang menggunakan
teknologi internet sebagai dasar untuk strategi tersebut.
Gambar .3 Contoh-contoh
mengenai bagaimana , dari waktu ke waktu perusahaan telah menggunakan teknologi
informasi untuk menerapkan lima strategi kompetitif bagi keuntungan strategis.
Investasi dalam
teknologi bisa memungkinkan sebuah bisnis untuk mengunci pelanggan dan pemasok
(dan menjauhkan pesaing) dengan membangun hubungan baru yang bernilai dengan
mereka. Sebuah
penekanan utama dalam sistem informasi strategis adalah mencari
cara untuk menciptakan biaya penukaran dalam hubungan antara sebuah perusahaan
dan pelanggannya atau pemasoknya.
gambar 4 cara-cara tambahan yang dapat
digunakan oleh teknologi informasi untuk menerapkan strategi kompetitif.
C.
Keuntungan
Kompetitif dan Perlunya untuk
Bersaing
Istilah keuntungan kompetitif
sering kali digunakan ketika
merujuk pada sebuah perusahaan yang memimpin sebuah indsutri
dengan beberapa cara yang dapat didenifisikan seperti
penjualan, pendapatan, atau produk baru. Ketika
perusahaan mempertahankan profit yang melebihi rata-rata bagi industri
perusahaan dikatakan memiliki keuntungan kompetitif atas para pesaingnya. Dengan kata lain keuntungan kompetitif
adalah mengenai profit atau keuntungan.
Dengan kata lain setiap
organisasi mencari cara untuk mendapatkan keuntungan kompetitif dan banyak yang
telah berhasil menggunakan sistem informasi strategis untuk membantu mereka
mendapatkannya. Poin penting untuk diingat adalah tidak peduli bagaimana hal
tersebut diperloleh, keuntungan kompetitif tidak bertahan selama lamanya
mengikuti pangsa pasar yang semakin lama semakin berkembang.
gambar
5. perpindahan dari inovasi ke keuntungan kompetitif dengan cepat berubah
menjadi kebutuhan kompetitif ketika perusahaan lain belajar bagaimana merespons
secara strategis.
D. Membangun
Sebuah Bisnis yang
Berfokus
pada
Pelanggan
Kekuatan pendorong di balik
pertumbuhan ekonomi dunia telah berubah dari volume manufaktur menjadi
meningkatkan nilai pelanggan. Sebagai hasilnya, faktor keberhasilan utama bagi banyak perusahaan adalah memaksimalkan
nilai pelanggan.
Gambar .6 Bagaimana
bisnis yang berfokus pada pelanggan membangun nilai pelanggan dan loyalitas teknologi internet.
Bagi
banyak perusahaan, nilai bisnis utama dari menjadi sebuah bisnis yang berfokus
pada pelanggan berada pada kemampuan untuk membantu mereka menjaga agar
pelanggan loyal, mengantisipasi kebutuhan mereka di masa depan, merespon
perhatian pelanggan, dan memberikan layanan pelanggan yang berkualitas tinggi.
Fokus strategis pada nilai pelanggan ini menyadari bahwa kualitas dari
pada harga telah menjadi penentu utama dalam sebuah persepsi pelanggan mengenai
nilai. Perusahaan-perusahaan yang secara konsisten menawarkan nilai terbaik dari
perspektif pelanggan merupakan mereka yang tetap menyimpan preferensi individu
pelanggan mereka; berusaha
mengikuti tren pasar;
pemasok produk,
layanan,
dan informasi kapan dan dimanapun,
dan memberikan layanan pelanggan yang di buat untuk kebutuhan individu. Dengan demikian, teknologi Internet telah menciptakan
sebuah kesempatan strategis bagi perusahaan-perusahaan, besar dan kecil, untuk
menawarkan produk dan layanan yang cepat, responsif, berkualitas tinggi yang
dibuat sesuai dengan preferensi pelanggan individual.
Teknologi
internet dapat membuat pelanggan menjadi titik perhatian dari manajemen
hubungan pelanggan (Customer Relationship Management-CRM) dan aplikasi bisnis
elektronik lainnya.Jika digabungkan, sistem CRM dan internet, intranet dan laman
situs ekstranet menciptakan saluran baru untuk komunikasi yang interaktif dalam
debuah perusahaan, selain juga komunikasi dengan pelanggan, pemasok, rekan
bisnis, dan lainnya dalam lingkungan eksternal.
Umumnya,
pelanggan menggunakan internet untuk menanyakan pertanyaan, mengirimkan
keluhan, mengevaluasi produk, meminta dukungan, serta melakukan dan melacak
pembelian. Menggunakan
internet dan intranet perusahaan, spesialis dalam fungsi bisnis di seluruh
perusahaan bisa berkontribusi terhadap sebuah respon yang efektif. Kemampuan ini mendorong penciptaan kelompok diskusi
antar fungsional dan tim pemecah permasalahan yang didedikasikan kepada
keterlibatan pelanggan, layanan, dan dukungan. Bahkan, Internet dan ekstranet
yang berhubungan dengan rekan pemasok dan bisnis dapat digunakan untuk
mendaftarkan mereka dalam melakukan bisnis yang memastikan pengiriman yang
tepat dari komponen berkualitas dan layanan untuk memenuhi komitmen perusahaan
kepada pelanggannya. Proses ini adalah bagaimana sebuah bisnis
mendemonstrasikan fokusnya pada nilai pelanggan.
E.
Rantai
Nilai dan SI Strategis
Konsep lain yang dapat mengidentifikasi kesempatan untuk
sistem informasi strategis yaitu, konsep rantai nilai yang dikembangkan oleh
Michael Porter. Konsep ini memandang sebuah perusahaan sebagai serangkaian,
rantai, atau jaringan dari aktifitas dasar yang menambahkan nilai terhadap
produk dan layanannya, dengan demikian menambahkan sebuah margin nilai kepada
perusahaan maupun pelanggannya. Dalam kerangka konseptual rantai nilai,
beberapa aktivitas bisnis merupakan proses utama, lainnya merupakan proses
pendukung.
Proses utama merupakan aktivitas bisnis yang secara
langsung berkaitan dengan manufaktur dari produk atau penyerahan layanan kepada
pelanggan. Sebaliknya, proses pendukung adalah aktivitas bisnis yang membantu
mendorong kegiatan setiap hari dari bisnis dan hal tersebut secar tidak
langsung berkontribusi terhadap produk atau layanan dari organisasi. Kerangka
ini dapat menekankan dimana strategi kompetitif dapat diaplikasikan dengan baik
dalam sebuah bisnis. Jadi, manager dan pelaku bisnis harus mencoba untuk
mengembangkan sebuah ragam dari pengguanaan strategi internet sampai teknologi
lainnya untuk proses dasar yang menambahkan nilai bagi sebuah produk atau
layanan perusahaan.
gambar .7 Rantai nilai dari sebuah perusahaan . Perhatikan
contoh dari beragam sistem informasi strategis yang dapat diterapkan pada
proses bisnis dasar perusahaan untuk keuntungan kompetitif.
Dengan demikian, konsep rantai nilai dapat membantu
mengidentifikasi dimana dan bagaimana menerapkan kemampuan strategis dari
teknologi informasi. Hal itu menunjukkan bagaimana berbagai jenis teknologi
informasi mungkin bisa diterapkan pada proses bisnis tertentu untuk membantu
sebuah perusahaan mendapatkan keuntungan kompetitif di pasar.
F.
Merekayasa
Ulang Proses Bisnis
Perekayasaan
ulang merupakan pemikiran kembali yang mendasar dan mendesainan ulang yang
radikal dari proses bisnis yang mencapai peningkatan yang dramatis pada biaya,
kualitas, kecepatan dan layanan. Bussiness Process Reengineering (BPR)
menggabungkan sebuah strategi mempromosikan inovasi bisnis dengan sebuah
strategi peningkatan utama dalam proses bisnis . sehingga sebuah perusahaan
bisa menjadi pesaing yang lebih kuat dan lebih berhasil di pasar.
Gambar.8 menunjukkan bahwa walaupun potensi pengembalian dari rekayasa ulang tinggi,
resiko kegagalan dan tingkat gangguan pada lingkungan organisasi juga tinggi.
Membuat perubahan yang radikal dalam proses bisnis untuk secara dramatis
meningkatkan efisisensi dan keefektifan bukan merupakan tugas yang mudah.
Sebagai contoh banyak perusahaan yang telah menggunakan perngkat lunak
perencanaan sumber daya perusahaan (Enterprice Resource Planning- ERP)
antar fungsional untuk merekayasa ulang, mengotomaatisasi, dan mengintegrasikan
proses bisnis manufaktur, distribusi, keuangan, dan sumber daya manusia mereka.
Walaupun banyak perusahaan yang telah menunjukkan pendapatan yang impresif
dengan proyek perekyasaan ulang ERP tersebut, banyak diantara yang lainnya yang
mengalami kegagalan yang dramatis atau tidak berhasil mencapai peningkatan yang
mereka cari.
Banyak
perusahaan menemukan bahwa pendekatan dengan pendesainan ulang merupakan sebuah
faktor penting yang memungkinkan untuk di lakukannya perekayasaan ulang ,
bersama dengan penggunaan teknologi informasi. sebagai contoh salah satu pendekatan umum adalah penggunaan timproses acu diri antar fungsional atau multidisiplin.
Beberapa
cara penting yang membedakan perakayasaan ulang proses bisnis dengan
peningkatan bisnis:
Gambar .8 Beberapa cara penting
yang membedakan perekayasaan ulang proses bisnis dengan peningkatan bisnis.
Teknologi informasi memainkan peranan penting dalam perekayasaan ulang proses bisnis. kecepatan, kemampuan mengolah informasi, dan konektivitas dari komputer dan teknologi internet secara subtansial dapat meningkatkan efisiensi dari proses bisnis, sebagaimana komunikasi dan kolaborasi diantara pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan operasi dan manajemen mereka. Sebagai contoh proses manjemen pesanan yang digambarkan dalam gambar.9 penting bagi keberhasilan bagi kebanyakan perusahaan.
Gambar. 9 Proses manajemen pesanan terdiri atas beberapa proses bisnis dan melampaui batasan fungsi bisnis tradisional.
G. Menjadi
Sebuah Perusahaan Yang Cerdas
Sebuah
lingkungan kompetitif dimana produk dan layanan pasar massal
distandardisasi,berusia panjang, kurang informasi dan di tukar dalam satu kali
transaksi, menjadi sebuah lingkungan dimana perusahaan bersaing secara global
dengan produk dan layanan ceruk pasar yang berada dengan yang lain, berusaha
pendek, kaya akan informasi, dan tukar secara terus menerus dengan pelanggan
Kemampuan
dari sebuah sebuah perusahaan untuk bisa berhasil dalam pasar global yang
dengan cepat berubah-ubah dan secara berkelanjutan terbagi-bagi untuk produk
dan layanan yang berkualitas tinggi, dengan kinerja yang membuat yang bagus dan
dikonfigurasikan untuk pelanggan . sebuah perusahaan yang cerdas bisa membuat
profit di pasar dengan lini produk yang luas dan usia yang pendek serta dapat
menghasilkan pesanan secara individu dan dalam ukuran kesatuan yang
berubah-ubah.
Untuk
menjadi sebuah perusahaan yang cerdas, sebuah bisnis harus menggunakan empat
strategi dasar :
1. Bisnis
harus memastikan bahwa pelanggan menganggap produk atau layanan dari sebuah
perusahaan yang cerdas sebagai solusi atas permasalahan individual mereka.
2. Sebuah
perusahaan yang cerdas bekerja sama dengan pelanggan, pemasok, perusahaan lain
dan bahkan pesaingnya.
3. Sebuah
perusahaan yang cerdas mengorganisasi, sehingga perusahaan itu bisa melewati
perubahan dan ketidakpastian.
4. Sebuah
perusahaan yang cerdas mempertimbangkan dampak pada orang dan pengetahuan yang
mereka miliki.
Gambar .10 merangkum cara yang
berguna lainnya untuk memikirkan mengenai kecerdasan dalam bisnis. Kerangka ini
menekan pada peran pelanggan, rekan bisnis dan teknologi informasi yang bisa
dimainkan dalam mengembangkan dan mempertahankan kemampuan strategis dari
sebuah perusahaan.
Gambar.10 Bagaimana teknologi
informasi dapat membantu sebuah perusahaan menjadi sebuah pesaing yang cerdas.
H. Menciptakan
Sebuah Perusahaan Virtual
Membentuk
sebuah perusahaan vitual bisa menjadi salah satu penggunaan strategis yang
penting dari teknologi informasi .Sebuah perusahaan virtual (juga disebut
dengan organisasi virtual atau korporasi virtual) merupakan sebuah organisasi
yang menggunakan teknologi informasi untuk menghubungkan orang, organisasi,
aset dan gagasan.
Gambar .11 Sebuah perusahaan menggunakan internet, intranet, dan ekstranet untuk membentuk kelompok kerja virtual dan mendukung aliansi dengan rekan bisnis.
Gambar.11 menggambarkan bahwa
perusahaan virtual umumnya membentuk kelompok kerja virtual dan aliansi dengan
rekan bisnis yang saling terhubung melalui internet dan ekstranet. Perhatikan bahwa perusahaan ini telah diatur secara inernal menjadi kluster proses dan tim antar fungsional yang terhubung dengan internet. Dengan demikian, perusahaan virtual menciptakan kelompok kerja virtual yang fleksibel dan dapat diadaptasikan dan aliansi yang dikaitkan dengan eksploitasi kesempatan bisnis yang sangat cepat berubah.
Perusahaan
virtual merupakan cara terbaik untuk menerapkan strategi dan aliansi utama
bisnis yang menjanjikan kepastian akan keberhasilan dalam iklim bisnis saat ini
yang sedang bergejolak.
Strategi
Perusahaan Virtual:
1. Berbagi
infrastruktur dan resiko dengan aliasi
2. Menghubungkan
kompetensi inti yang saling melengkapi
3. Mengurangi
waktu concept to cash dengan saling berbagi
4. Meningkatkan
cakupan fasilitas dan pasar
5. Mendapatkan
akses ke pasar dan berbagi pasar atau loyalitas pelanggan
6. Melakukan
migrasi dari menjual produk ke menjual solusi
I.
Membangun
Sebuah Perusahaan Knowledge-Creating
Dalam ekonomi dan
bisnis yang penuh ketidakpastian satu-satunya sumber pasti keunggulan
kompetitif yang bisa bertahan lama adalah pengetahuan. Perusahaan dapat mencaai
keunggulan kompetitif yang dapat bertahan lama apabila menjadi perusahaan yang
menghasilkan pengetahuan/organisasi belajar. Ada dua jenis pendekatan
pengetahuan. Perama pengetahuan eksplisit berupa data, dokumen yang bisa disimpan
di dalam komputer. Dan
kedua yaitu pengeahuan bagaimana cara melakukan sesuatu yagn ada di dalam diri
pekerja.
Perusahaan Knowledge Creating mengeksploitasi dua jenis pengetahuan, yaitu:
Perusahaan Knowledge Creating mengeksploitasi dua jenis pengetahuan, yaitu:
1. Pengetahuan yang eksplisit, yakni berupa data, dokumen,
dan hal yang tertulis atau tersimpan dalam komputer.
2. Pengetahuan yang sifatnnya diam-diam (tecit), atau “how-tos”, yang
berada di dalam diri pekerja. Pengetahuan tacit
terkadang bisa menggambarkan beberapa informasi yang paling penting dalam
sebuah organisasi. Karyawan yang sudah bekerja lama dalam sebuah perusahaan
terkadang mengetahui banyak hal tentang bagaimana cara memproduksi sebuah
produk, menyampaikan layanan, berurusan dengan para penjual. Pengetahuan tacit
ini tidak direkam atau dikodifikasi dimanapun karena telah berevolusi dalam
pikiran karyawan melalui bertahun-tahun pengalaman.
Gambar .13 Manajemen
pengetahuan dapat dianggap sebagai tiga tingkatan yang terdiri atas teknik,
teknologi, dan sistem yang mempromosikan pengumpulan, pengorganisasian,
pengaksesan, pembagian, dan penggunaan pengetaahuan akan lingkungan kerja dan
perusahaan.
Dengan
Knowledge Management System-KMS
perusahaan dapat mengatur pembelajaran organisasi dan know-how bisnis. Tujuan dari sistem
tersebut adalah untuk membantu pekerja mengetahui (knowledge worker) menciptakan, mengorganisasi, dan menyediakan
pengetahuan bisnis yang penting, di manapun dan kapan pun di perlukan dalam
sebuah organisasi. Informasi ini termasuk proses, prosedur, paten, referensi
kerja, formula, “praktik terbaik”, perkiraan, dan kesulitan.
Sistem manajemen pengetahuan memfasilitasi pembelajaran organisasi dan penciptaan pengetahuan. Mereka di desain untuk menyediakan umpan balik yang cepat bagi knowledge worker, mendorong perubahan perilaku pada karyawan, dan secara signifikan meningkatkan kinerja bisnis. Ketika proses pembelajaran organisasi berlanjut dan basis pengetahuan itu berkembang, perusahaan knowledge-creating bekerja untuk mengintegrasikan pengetahuannya kedalam proses bisnis, produk, dan layanannya. Integrasi ini membantu perusahaan menjadi penyedia produk dan layanan pelanggan yang berkualitas lebih inovatif dan cerdas, selain juga sebagai sebuah pesaing yang hebat di pasar.
Sistem manajemen pengetahuan memfasilitasi pembelajaran organisasi dan penciptaan pengetahuan. Mereka di desain untuk menyediakan umpan balik yang cepat bagi knowledge worker, mendorong perubahan perilaku pada karyawan, dan secara signifikan meningkatkan kinerja bisnis. Ketika proses pembelajaran organisasi berlanjut dan basis pengetahuan itu berkembang, perusahaan knowledge-creating bekerja untuk mengintegrasikan pengetahuannya kedalam proses bisnis, produk, dan layanannya. Integrasi ini membantu perusahaan menjadi penyedia produk dan layanan pelanggan yang berkualitas lebih inovatif dan cerdas, selain juga sebagai sebuah pesaing yang hebat di pasar.
Video berikut ini merupakan contoh penerapan sistem dan teknologi informasi:
Referensi
O’Brien,
James A dan George M Marakas. 2014. Sistem
Informasi Manjemen. Jakarta: Salemba Empat.
Materi Resume dan Power Point Sistem Informasi Manajemen dapat di download dibawah ini:
Bersaing dengan Teknologi Informasi
Telekomunikasi dan Jaringan
Manajemen Sumber Data
Perangkat Keras
Perangkat Lunak
Sistem Bisnis Elektronik
Sistem Bisnis Perusahaan
Materi Resume dan Power Point Sistem Informasi Manajemen dapat di download dibawah ini:
Bersaing dengan Teknologi Informasi
Telekomunikasi dan Jaringan
Manajemen Sumber Data
Perangkat Keras
Perangkat Lunak
Sistem Bisnis Elektronik
Sistem Bisnis Perusahaan
semua nya ada disini jadi mudah dalam pngerjaan tugas .. terimakasih kak 😊
BalasHapusThanks moga makalah ini bermanfaat
Hapusmaterinya sudah lengkap, singkat padat dan jelas, cocok buat resume tugas kuliah. terimakasih atas postingannya..
BalasHapusMakasih udah mau mampir di blog saya. Good job bro
HapusTerimakasih atas postingan materinya yang sangt membantu... Materi sudah cukup bagus, singkat padat dan jelas... Juga disertai video yang dapat mempermudah dalam memahi...
BalasHapusMakasih atas komentarnya mga materi ini bisa bermanfaat
HapusTerimakasih atas postingan materinya yang sangt membantu... Materi sudah cukup bagus, singkat padat dan jelas... Juga disertai video yang dapat mempermudah dalam memahi...
BalasHapusMaterinya sudah lengkap dan dipahami.. materi juga sudah engkap... Makasih ya 😊😊
BalasHapusIya saya, moga menteri ny bermanfaat untuk kita thanks atas komentarnya
HapusMakasih atas postingan materinya, tapi gambarnya tolong diperbesar lagi :)
BalasHapusTrimakasih materinya sangat bagus dan sangat membantu
BalasHapusMakasih kembali udh mampir di blog saya. Semoga bermanfaat
Hapuspostingannya sangat lengkap. ada bagan juga video nya. sangat bermanfaat
BalasHapusMakasih atas kunjungannya di blog saya, dan juga komentarnya sangat membantu saya
HapusTerimakasih postingannya mila. Sangat membantu sekali, resumenya Bagus karena mudah dipahami👌
BalasHapusTerimakasih kembali Tika, moga resume nya membantu Anda. good job
HapusThe best lah pokonya .. terimakasih banyak.. bermanfaat sekali untuk melengkapi materi saya ..
BalasHapusMakasih kakak KW moga materinya membantu Anda.
HapusTerima kasih postingannya sangat membantu saya dalam mengerjakan tugas kuliah saya
BalasHapusMakasih atas kunjungannya di blog saya. Semoga materinya membantu Anda dalam mengerjakan tugas.
HapusTrima kasih atas postinganya, sangat membantu
BalasHapusTerimakasih kembali, semoga materinya bermanfaat untuk anda
HapusTerimakasih materinya bisa dijadikam referensi tugas kuliah
BalasHapusTerimakasih banyak atas kunjungan Anda di blog saya, semoga materinya bisa bermanfaat.
HapusTerimakasih. Matrinya sangat membantu
BalasHapusTerimakasih sudah mampir di blog saya dan makasih atas komentarnya.
HapusMaterinya bagus dan mudah dipahami. sangat bermanfaat. Terima kasih
BalasHapusSama-sama. Komentar nya Sangat membantu saya
Hapusterimakasih postingannya bermanfaat sekali bisa menambah referensi dan menambah pengetahuan
BalasHapusMakasih atas udh mengunjungi blog ini. Moga materinya bermanfaat
Hapusmakasih. sangat membantu untuk tugas saya
BalasHapusThanks smga bermanfaat
HapusPostingannya sangat membantu saya dan mudah dipahami, tapi gambarnya diperbesar lagi
BalasHapusOke saran.ny sangat membantu thanks ya
HapusPostingannya sangat membantu saya dan mudah dipahami, tapi gambarnya diperbesar lagi
BalasHapusTerima kasih kak, postingannya bermanfaat bagi saya
BalasHapusMaterinya sangat membantu .Terimakasih
BalasHapusMaterinya sangat membantu .Terimakasih
BalasHapus