Sabtu, 28 Oktober 2017

Resume Sistem Informasi manajemen


RESUME
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
"BERSAING DENGAN TEKNOLOGI INFORMASI"


Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen yang diampu oleh:
Rika Dwi Harsasi, SE.,M.SM
Disusun Oleh:

Nisa’ul Kaamilah (5.16.02.04.0.039)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS ISLAM MAJAPAHIT

MOJOKERTO

2017



 

A.      Dasar-Dasar Keuntungan Strategis
Teknologi tidak lagi menjadi sebuah renungan dalam membentuk strategi bisnis, tetapi penyebab dan pendorong yang sebenarnya.
1.  TI Strategis
Penting untuk melihat sistem informasi sebagai lebih dari serangkaian teknologi yang mendukung kegiatan operasi bisnis yang efisien, kolaborasi kelompok kerja dan perusahaan, atau pengambilan keputusan bisnis yang efektif. Teknologi informasi dapat mengubah cara bisnis bersaing. Sistem informasi secara strategis yaitu sebagai jaringan kompetitif yang penting, sebagai sebuah cara pembaruan organisasi dan sebagai sebuah investasi yang diperlukan dalam teknologi; teknologi membantu perusahaan mengadopsi strategi dan proses bisnis yang memungkinnya untuk merekayasa ulang dan menciptakan ulang agar dapat bertahan dan berhasil dalam lingkungan bisnis yang dinamis saat ini.
2.  Konsep Strategis Kompetitif
Peranan utama dari penerapan sistem informasi dalam bisnis adalah yang menyediakan dukungan yang efektif dari strategi perusahaan untuk memperoleh keuntungan kompetitif. Peranan strategi dari sistem informasi ini melibatkan penggunaan teknologi informasi untuk mengembangkan produk, layanan, dan kemampuan yang memberikan keuntungan bagi sebuah perusahaan terhadap kekuatan kompetitif yang dihadapinya dalam pasar global. Strategi utama manapun akan dianggap berguna untuk kekuatan kompetitif yang umum manapun. Walaupun jarang dan tidak mungkin bahwa sebuah perusahaan akan menggunakan semua strategi secara bersamaan, masing-masing memiliki nilai dalam kondisi tertentu.
      3.  Kekuatan dan Strategi Kompetitif
 gambar .1 Bisnis mampu mengembangkan strategi kompetitif untuk menghadapi adanya kompetisi yang ada di pasar.

Sebuah perusahaan mampu bertahan dan berhasil dalam jangka panjang hanya jika perusahaan tersebut berhasil mengembangkan strategi untuk menghadapi lima kekuatan kompetitif yang membentuk struktur kompetisi dalam industrinya. Dalam model kompetisi klasik dalam Mikhael Porter, yaitu bisnis manapun yang ingin untuk dapat bertahan dan berhasil harus secara efetif mengembangkan dan menerapkan strategi untuk menghadapi:
a.    Rivalitas pesaing dalam industrinya.
b.    Ancaman dari pemain baru dalam sebuah industri dan pasar-pasarnya.
c.   Ancaman yang dimiliki oleh produk pengganti yang mungkin dapat mengambil pangsa pasar  perusahaan.
d.   Daya tawar menawar (bergaining power) dari pelanggan.
e.    Daya tawar-menawar dari pemasok.
Kompetisi merupakan suatu karakteristik positif dalam bisnis, dan kompetitor berbagi sebuah persaingan yang alami, dan seringkali sehat. Persaingan ini mendorong dan terkadang memerlukan sebuah usaha yang konstan untuk mendapatkan keuntungan kompetitif dalam pasar. Kekuatan kompetitif yang telah ada ini memerlukan sumber daya yang signifikan bagi sebuah perusahaan.
Menjaga dari ancaman pemain baru juga memerlukan pengeluaran sumber daya organisasi yang signifikan. Bukan hanya perusahaan perlu untuk bersaing dengan perusahaan lainnya di pasar , melainkan mereka juga bekerja untuk menciptakan batasan yang signifikan bagi pemain baru dari pesaingan yang baru. Kekuatan kompetitif ini selalu sulit untuk di atur, dan bahkan semakin lebih sulit lagi saat ini. Internet telah menciptakan banyak cara untuk masuk ke dalam pasar dengan cepat dan dengan biasa yang relatif rendah. Dalam dunia internet, pesaing potensial terbesar mungkin satu yang tidak berada di pasar, tetapi bisa muncul dalam sekejap.
Gambar 1 menggambarkan bahwa bisnis bisa menghadapi ancaman dari kekuatan kompetitif yang mereka hadapi karena menerapkan satu atau lebih dari lima dasar strategi kompetitif.
a.       Strategi Biaya Kepemimpinan.
Menjadi sebuah produsen produk dan layanan berbiaya rendah dalam suatu industri atau mencari cara untuk membantu pemasok atau pelanggan mengurangi biaya mereka atau meningkatkan biaya pesaing.
b.      Strategi Diferensiasi.
Mengembangkan cara untuk mendiferensiasikan produk dan layanan perusahaan dari produk dan layanan pesaing atau mengurangi keuntungan diferensiasi dari peaing. Strategi ini memungkinkan sebuah perusahaan untuk memfokuskan produk atau layanannya untuk memberikan sebuah keuntungan dalam sekmen kusus atau ceruk dari sebuah pasar.
c.       Strategi Inovasi.
Menemukan cara baru dalam melakukan bisnis. Strategi ini dapat melibatkan pengembangan produk dan layanan yang berbeda atau masuk ke dalam pasar atau ceruk pasar yang berbeda. Hal itu mungkin juga melibatkan adanya perubahan yang radikal dalam proses bisnis untuk memproduksi atau mendistribusikan produk dan layanan yang sangat berbeda dari bagaimana bisnis telah dilakukan dimana mereka mengubah struktur dasar dari sebuah industri.
d.      Strategi Pertumbuhan.
Secara signifikan memperluas kapasitas perusahaan untuk memproduksi barang dan jasa, memperluas hingga ke pasar global, melakukan diversifikasi produk dan layanan yang baru, atau mengintegrasikan ke dalam produk dan layanan yang terkait.
e.       Strategi Aliansi.
Mendirikan hubungan dan aliansi bisnis yang baru dengn pelanggan, pemasok, pesaing, konsultan, dan perusahaan lainnya. Hubungan ini bisa melibatkan penggabungan (marger), akuisisi, ventura bersama (join venture), membentuk ”perusahaan virtual” atau perjanjian pemasaran, pabrikasi, atau distribusi lainnya antara sebuah bisnis dan rekan dagangnya.


B.       Penggunaan Teknologi Informasi yang Strategis
Rata-rata perusahaan telah menggunakan menggunakan sistem informasi strategis untuk menerapkan masing-masing dari lima strategi dasar untuk keuntungan kompetitif . Terdapat begitu banyak inisiatif strategis bagi perusahaan selain lima stregi dasar, yakni biaya kepemimpinan, diferensiasi, inovasi, pertumbuhan dan aliansi. Berikut ini strategi dasar dalam penggunaan teknologi informasi dalam bisnis:
1.         Biaya Rendah
a.     Menggunakan Teknologi Informasi (TI) untuk secara substansial mengurangi biaya dari proses bisnis.
b.      Menggunakan TI untuk mengurangi biaya dari pelanggan atau pemasok.
2.         Diferensiasi
a.       Mengembangkan fitur TI yang baru masuk mendiferensiasikan produk dan layanan.
b.      Menggunakan fitur TI untuk mengurangi keuntungan diferensiasi pesaing.
c.      Menggunakan fitur TI untuk memfokuskan produk dan layanan pada ceruk pasar yang terpilih.
3.         Inovatif
a.     Menciptakan produk dan layanan baru yang menyertakan komponen TI.
b.     Mengembangkan pasar baru yang berbeda atau ceruk pasar baru dengan bantuan TI.
c.   Membuat kualitas, efisiensi, atau layanan pelanggan (customer service) atau memperpendek waktu pasar.
4.         Mempromosikan Pertumbuhan.
a.      Menggunakan TI untuk mengatur ekspansi bisnis regional dan global.
b.   Menggunakan TI untuk mendiversifikasikan dan mengintegrasikan ke dalam produk layanan  lain.
5.         Mengembangkan Aliansi
a.       Menggunakan TI untuk menciptakan organisasi virtual dari rekanan bisnis.
b.  Mengembangkan sistem informasi antar perusahaan yang terhubung melalui internet dan ekstranet yang mendukur hubungan bisnis trategis dengan pelanggan, pemasok, subkontraktor  dan lainnya.
Gambar. 2 Tentang sebuah rangkuman mengenai bagaimana teknologi informasi dapat digunakan untuk menerapkan lima strategi kompetitif dasar. Banyak perusahaan yang menggunakan teknologi internet sebagai dasar untuk strategi tersebut.

Gambar .3 Contoh-contoh mengenai bagaimana , dari waktu ke waktu perusahaan telah menggunakan teknologi informasi untuk menerapkan lima strategi kompetitif bagi keuntungan strategis.

Investasi dalam teknologi bisa memungkinkan sebuah bisnis untuk mengunci pelanggan dan pemasok (dan menjauhkan pesaing) dengan membangun hubungan baru yang bernilai dengan mereka. Sebuah penekanan utama dalam sistem informasi strategis adalah mencari cara untuk menciptakan biaya penukaran dalam hubungan antara sebuah perusahaan dan pelanggannya atau pemasoknya.  
gambar 4 cara-cara tambahan yang dapat digunakan oleh teknologi informasi untuk menerapkan strategi kompetitif.
  
C.      Keuntungan Kompetitif dan Perlunya untuk Bersaing
Istilah keuntungan kompetitif sering kali digunakan ketika merujuk pada sebuah perusahaan yang memimpin sebuah indsutri dengan beberapa cara yang dapat didenifisikan seperti penjualan, pendapatan, atau produk baru. Ketika perusahaan mempertahankan profit yang melebihi rata-rata bagi industri perusahaan dikatakan memiliki keuntungan kompetitif atas para pesaingnya. Dengan kata lain keuntungan kompetitif adalah mengenai profit atau keuntungan.
Dengan kata lain setiap organisasi mencari cara untuk mendapatkan keuntungan kompetitif dan banyak yang telah berhasil menggunakan sistem informasi strategis untuk membantu mereka mendapatkannya. Poin penting untuk diingat adalah tidak peduli bagaimana hal tersebut diperloleh, keuntungan kompetitif tidak bertahan selama lamanya mengikuti pangsa pasar yang semakin lama semakin berkembang.
gambar 5. perpindahan dari inovasi ke keuntungan kompetitif  dengan cepat berubah menjadi kebutuhan kompetitif ketika perusahaan lain belajar bagaimana merespons secara strategis.



D.      Membangun Sebuah Bisnis yang Berfokus pada Pelanggan
Kekuatan pendorong di balik pertumbuhan ekonomi dunia telah berubah dari volume manufaktur menjadi meningkatkan nilai pelanggan. Sebagai hasilnya, faktor keberhasilan utama bagi banyak perusahaan adalah memaksimalkan nilai pelanggan.

Gambar .6 Bagaimana bisnis yang berfokus pada pelanggan membangun nilai pelanggan dan loyalitas teknologi internet.

Bagi banyak perusahaan, nilai bisnis utama dari menjadi sebuah bisnis yang berfokus pada pelanggan berada pada kemampuan untuk membantu mereka menjaga agar pelanggan loyal, mengantisipasi kebutuhan mereka di masa depan, merespon perhatian pelanggan, dan memberikan layanan pelanggan yang berkualitas tinggi. Fokus  strategis pada nilai pelanggan ini menyadari bahwa kualitas dari pada harga telah menjadi penentu utama dalam sebuah persepsi pelanggan mengenai nilai. Perusahaan-perusahaan yang secara konsisten menawarkan nilai terbaik dari perspektif pelanggan merupakan mereka yang tetap menyimpan preferensi individu pelanggan mereka; berusaha mengikuti tren pasar; pemasok produk, layanan, dan informasi kapan dan dimanapun, dan memberikan layanan pelanggan yang di buat untuk kebutuhan individu. Dengan demikian, teknologi Internet telah menciptakan sebuah kesempatan strategis bagi perusahaan-perusahaan, besar dan kecil, untuk menawarkan produk dan layanan yang cepat, responsif, berkualitas tinggi yang dibuat sesuai dengan preferensi pelanggan individual.
Teknologi internet dapat membuat pelanggan menjadi titik perhatian dari manajemen hubungan pelanggan (Customer Relationship Management-CRM) dan aplikasi bisnis elektronik lainnya.Jika digabungkan, sistem CRM dan internet, intranet dan laman situs ekstranet menciptakan saluran baru untuk komunikasi yang interaktif dalam debuah perusahaan, selain juga komunikasi dengan pelanggan, pemasok, rekan bisnis, dan lainnya dalam lingkungan eksternal.
Umumnya, pelanggan menggunakan internet untuk menanyakan pertanyaan, mengirimkan keluhan, mengevaluasi produk, meminta dukungan, serta melakukan dan melacak pembelian. Menggunakan internet dan intranet perusahaan, spesialis dalam fungsi bisnis di seluruh perusahaan bisa berkontribusi terhadap sebuah respon yang efektif. Kemampuan ini mendorong penciptaan kelompok diskusi antar fungsional dan tim pemecah permasalahan yang didedikasikan kepada keterlibatan pelanggan, layanan, dan dukungan. Bahkan, Internet dan ekstranet yang berhubungan dengan rekan pemasok dan bisnis dapat digunakan untuk mendaftarkan mereka dalam melakukan bisnis yang memastikan pengiriman yang tepat dari komponen berkualitas dan layanan untuk memenuhi komitmen perusahaan kepada pelanggannya. Proses ini adalah bagaimana sebuah bisnis mendemonstrasikan fokusnya pada nilai pelanggan.



E.       Rantai Nilai dan SI Strategis
Konsep lain yang dapat mengidentifikasi kesempatan untuk sistem informasi strategis yaitu, konsep rantai nilai yang dikembangkan oleh Michael Porter. Konsep ini memandang sebuah perusahaan sebagai serangkaian, rantai, atau jaringan dari aktifitas dasar yang menambahkan nilai terhadap produk dan layanannya, dengan demikian menambahkan sebuah margin nilai kepada perusahaan maupun pelanggannya. Dalam kerangka konseptual rantai nilai, beberapa aktivitas bisnis merupakan proses utama, lainnya merupakan proses pendukung.
Proses utama merupakan aktivitas bisnis yang secara langsung berkaitan dengan manufaktur dari produk atau penyerahan layanan kepada pelanggan. Sebaliknya, proses pendukung adalah aktivitas bisnis yang membantu mendorong kegiatan setiap hari dari bisnis dan hal tersebut secar tidak langsung berkontribusi terhadap produk atau layanan dari organisasi. Kerangka ini dapat menekankan dimana strategi kompetitif dapat diaplikasikan dengan baik dalam sebuah bisnis. Jadi, manager dan pelaku bisnis harus mencoba untuk mengembangkan sebuah ragam dari pengguanaan strategi internet sampai teknologi lainnya untuk proses dasar yang menambahkan nilai bagi sebuah produk atau layanan perusahaan.

gambar .7 Rantai nilai dari sebuah perusahaan . Perhatikan contoh dari beragam sistem informasi strategis yang dapat diterapkan pada proses bisnis dasar perusahaan untuk keuntungan kompetitif.
 
Dengan demikian, konsep rantai nilai dapat membantu mengidentifikasi dimana dan bagaimana menerapkan kemampuan strategis dari teknologi informasi. Hal itu menunjukkan bagaimana berbagai jenis teknologi informasi mungkin bisa diterapkan pada proses bisnis tertentu untuk membantu sebuah perusahaan mendapatkan keuntungan kompetitif di pasar.


F.       Merekayasa Ulang Proses Bisnis
Perekayasaan ulang merupakan pemikiran kembali yang mendasar dan mendesainan ulang yang radikal dari proses bisnis yang mencapai peningkatan yang dramatis pada biaya, kualitas, kecepatan dan layanan. Bussiness Process Reengineering (BPR) menggabungkan sebuah strategi mempromosikan inovasi bisnis dengan sebuah strategi peningkatan utama dalam proses bisnis . sehingga sebuah perusahaan bisa menjadi pesaing yang lebih kuat dan lebih berhasil di pasar.
Gambar.8 menunjukkan bahwa walaupun potensi pengembalian dari rekayasa ulang tinggi, resiko kegagalan dan tingkat gangguan pada lingkungan organisasi juga tinggi. Membuat perubahan yang radikal dalam proses bisnis untuk secara dramatis meningkatkan efisisensi dan keefektifan bukan merupakan tugas yang mudah. Sebagai contoh banyak perusahaan yang telah menggunakan perngkat lunak perencanaan sumber daya perusahaan (Enterprice Resource Planning- ERP) antar fungsional untuk merekayasa ulang, mengotomaatisasi, dan mengintegrasikan proses bisnis manufaktur, distribusi, keuangan, dan sumber daya manusia mereka. Walaupun banyak perusahaan yang telah menunjukkan pendapatan yang impresif dengan proyek perekyasaan ulang ERP tersebut, banyak diantara yang lainnya yang mengalami kegagalan yang dramatis atau tidak berhasil mencapai peningkatan yang mereka cari.
Banyak perusahaan menemukan bahwa pendekatan dengan pendesainan ulang merupakan sebuah faktor penting yang memungkinkan untuk di lakukannya perekayasaan ulang , bersama dengan penggunaan teknologi informasi. sebagai contoh salah satu pendekatan umum adalah penggunaan timproses acu diri antar fungsional atau multidisiplin.
Beberapa cara penting yang membedakan perakayasaan ulang proses bisnis dengan peningkatan bisnis:
Gambar .8 Beberapa cara penting yang membedakan perekayasaan ulang proses bisnis dengan peningkatan bisnis.


Teknologi informasi memainkan peranan penting dalam perekayasaan ulang proses bisnis. kecepatan, kemampuan mengolah informasi, dan konektivitas dari komputer dan teknologi internet secara subtansial dapat meningkatkan efisiensi dari proses bisnis, sebagaimana komunikasi dan kolaborasi diantara pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan operasi dan manajemen mereka. Sebagai contoh proses manjemen pesanan yang digambarkan dalam gambar.9 penting bagi keberhasilan bagi kebanyakan perusahaan.


Gambar. 9 Proses manajemen pesanan terdiri atas beberapa proses bisnis dan melampaui batasan fungsi bisnis tradisional. 

 

G.       Menjadi Sebuah Perusahaan Yang Cerdas

Sebuah lingkungan kompetitif dimana produk dan layanan pasar massal distandardisasi,berusia panjang, kurang informasi dan di tukar dalam satu kali transaksi, menjadi sebuah lingkungan dimana perusahaan bersaing secara global dengan produk dan layanan ceruk pasar yang berada dengan yang lain, berusaha pendek, kaya akan informasi, dan tukar secara terus menerus dengan pelanggan

Kemampuan dari sebuah sebuah perusahaan untuk bisa berhasil dalam pasar global yang dengan cepat berubah-ubah dan secara berkelanjutan terbagi-bagi untuk produk dan layanan yang berkualitas tinggi, dengan kinerja yang membuat yang bagus dan dikonfigurasikan untuk pelanggan . sebuah perusahaan yang cerdas bisa membuat profit di pasar dengan lini produk yang luas dan usia yang pendek serta dapat menghasilkan pesanan secara individu dan dalam ukuran kesatuan yang berubah-ubah.

Untuk menjadi sebuah perusahaan yang cerdas, sebuah bisnis harus menggunakan empat strategi dasar :

1.   Bisnis harus memastikan bahwa pelanggan menganggap produk atau layanan dari sebuah perusahaan yang cerdas sebagai solusi atas permasalahan individual mereka.

2. Sebuah perusahaan yang cerdas bekerja sama dengan pelanggan, pemasok, perusahaan lain dan bahkan pesaingnya.

3.  Sebuah perusahaan yang cerdas mengorganisasi, sehingga perusahaan itu bisa melewati perubahan dan ketidakpastian.

4.  Sebuah perusahaan yang cerdas mempertimbangkan dampak pada orang dan pengetahuan yang mereka miliki.


Gambar .10 merangkum cara yang berguna lainnya untuk memikirkan mengenai kecerdasan dalam bisnis. Kerangka ini menekan pada peran pelanggan, rekan bisnis dan teknologi informasi yang bisa dimainkan dalam mengembangkan dan mempertahankan kemampuan strategis dari sebuah perusahaan.


Gambar.10 Bagaimana teknologi informasi dapat membantu sebuah perusahaan menjadi sebuah pesaing yang cerdas. 



H.      Menciptakan Sebuah Perusahaan Virtual
Membentuk sebuah perusahaan vitual bisa menjadi salah satu penggunaan strategis yang penting dari teknologi informasi .Sebuah perusahaan virtual (juga disebut dengan organisasi virtual atau korporasi virtual) merupakan sebuah organisasi yang menggunakan teknologi informasi untuk menghubungkan orang, organisasi, aset dan gagasan.
Gambar .11 Sebuah perusahaan menggunakan internet, intranet, dan ekstranet untuk membentuk kelompok kerja virtual dan mendukung aliansi dengan rekan bisnis.

Gambar.11 menggambarkan bahwa perusahaan virtual umumnya membentuk kelompok kerja virtual dan aliansi dengan rekan bisnis yang saling terhubung melalui internet dan ekstranet. Perhatikan bahwa perusahaan ini telah diatur secara inernal menjadi kluster proses dan tim antar fungsional yang terhubung dengan internet. Dengan demikian, perusahaan virtual menciptakan kelompok kerja virtual yang fleksibel dan dapat diadaptasikan dan aliansi yang dikaitkan dengan eksploitasi kesempatan bisnis yang sangat cepat berubah.
Perusahaan virtual merupakan cara terbaik untuk menerapkan strategi dan aliansi utama bisnis yang menjanjikan kepastian akan keberhasilan dalam iklim bisnis saat ini yang sedang bergejolak.
Strategi Perusahaan Virtual:
1.         Berbagi infrastruktur dan resiko dengan aliasi
2.         Menghubungkan kompetensi inti yang saling melengkapi
3.         Mengurangi waktu concept to cash dengan saling berbagi
4.         Meningkatkan cakupan fasilitas dan pasar
5.         Mendapatkan akses ke pasar dan berbagi pasar atau loyalitas pelanggan
6.         Melakukan migrasi dari menjual produk ke menjual solusi

Gambar .12 Strategi dasar bisnis dari perusahaan virtual.  


I.      Membangun Sebuah Perusahaan Knowledge-Creating
Dalam ekonomi dan bisnis yang penuh ketidakpastian satu-satunya sumber pasti keunggulan kompetitif yang bisa bertahan lama adalah pengetahuan. Perusahaan dapat mencaai keunggulan kompetitif yang dapat bertahan lama apabila menjadi perusahaan yang menghasilkan pengetahuan/organisasi belajar. Ada dua jenis pendekatan pengetahuan. Perama pengetahuan eksplisit berupa data, dokumen yang bisa disimpan di dalam komputer. Dan kedua yaitu pengeahuan bagaimana cara melakukan sesuatu yagn ada di dalam diri pekerja.
Perusahaan Knowledge Creating mengeksploitasi dua jenis pengetahuan, yaitu:

1. Pengetahuan yang eksplisit, yakni berupa data, dokumen, dan hal yang tertulis atau tersimpan dalam komputer.

2. Pengetahuan yang sifatnnya diam-diam (tecit), atau “how-tos”, yang berada di dalam diri pekerja. Pengetahuan tacit terkadang bisa menggambarkan beberapa informasi yang paling penting dalam sebuah organisasi. Karyawan yang sudah bekerja lama dalam sebuah perusahaan terkadang mengetahui banyak hal tentang bagaimana cara memproduksi sebuah produk, menyampaikan layanan, berurusan dengan para penjual. Pengetahuan tacit ini tidak direkam atau dikodifikasi dimanapun karena telah berevolusi dalam pikiran karyawan melalui bertahun-tahun pengalaman.
 

Gambar .13 Manajemen pengetahuan dapat dianggap sebagai tiga tingkatan yang terdiri atas teknik, teknologi, dan sistem yang mempromosikan pengumpulan, pengorganisasian, pengaksesan, pembagian, dan penggunaan pengetaahuan akan lingkungan kerja dan perusahaan.

Dengan Knowledge Management System­-KMS perusahaan dapat mengatur pembelajaran organisasi dan know-how bisnis. Tujuan dari sistem tersebut adalah untuk membantu pekerja mengetahui (knowledge worker) menciptakan, mengorganisasi, dan menyediakan pengetahuan bisnis yang penting, di manapun dan kapan pun di perlukan dalam sebuah organisasi. Informasi ini termasuk proses, prosedur, paten, referensi kerja, formula, “praktik terbaik”, perkiraan, dan kesulitan.
         Sistem manajemen pengetahuan memfasilitasi pembelajaran organisasi dan penciptaan pengetahuan. Mereka di desain untuk menyediakan umpan balik yang cepat bagi knowledge worker, mendorong perubahan perilaku pada karyawan, dan secara signifikan meningkatkan kinerja bisnis. Ketika proses pembelajaran organisasi berlanjut dan basis pengetahuan itu berkembang, perusahaan knowledge-creating bekerja untuk mengintegrasikan pengetahuannya kedalam proses bisnis, produk, dan layanannya. Integrasi ini membantu perusahaan menjadi penyedia produk dan layanan pelanggan yang berkualitas lebih inovatif dan cerdas, selain juga sebagai sebuah pesaing yang hebat di pasar.

Video berikut ini merupakan contoh penerapan sistem dan teknologi informasi:





Referensi

O’Brien, James A dan George M Marakas. 2014. Sistem Informasi Manjemen. Jakarta: Salemba Empat.

Materi Resume dan Power Point Sistem Informasi Manajemen dapat di download dibawah ini:
Bersaing dengan Teknologi Informasi
Telekomunikasi dan Jaringan
Manajemen Sumber Data
Perangkat Keras
Perangkat Lunak
Sistem Bisnis Elektronik
Sistem Bisnis Perusahaan

Resume Sistem Informasi manajemen

RESUME SISTEM INFORMASI MANAJEMEN "BERSAING DENGAN TEKNOLOGI INFORMASI" Diajukan u ntuk memenuhi salah satu tugas ...